- Back to Home »
- Menteri laki di kira perempuan karena namanya
Bukti keseriusan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, untuk mengikuti konvensi Capres Partai Demokrat dilakukannya dengan banyak mengiklankan diri di social media. Walaupun lewat dunia maya, Gita mengaku berusaha terus memperkenalkan dirinya sejak dua bulan terakhir.
"Saya mengambil keputusan untuk melakukan penyapaan lewat media TV disamping juga penyapaan lewat sosial media. Dan ini harus saya lakukan sampai beberapa bulan kedepan," ujar Gita.
Menurut Gita, media TV dan social media yang kini marak dikalangan anak muda sangat membantu dan bisa mengakselerasi penyapaan untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Dia merasa tahapan sosialisasi itu harus dilakukan lewat social media dan televisi untuk mengakselerasi penyapaan terutama pada generasi muda. Karena dia merasa belum banyak orang Indonesia mengetahui siapa Gita dan bagaimana pemikiran-pemikirannya untuk Indonesia lebih baik.
"Mau enggak mau harus ada iklan. Paling tidak orang tahu ada orang yang namanya Gita. Itu step awal yang harus dilakukan. Masih banyak yang belum tahu saya ini siapa. Malah banyak yang mengira nama saya ini cewek," ujarnya sambil tertawa.
Dia memastikan semua iklan dirinya di media social dan televisi tidak menggunakan uang negara. Namun murni keluar dari kantong pribadinya. Menurut Gita, televisi dan social media sangat membantu dan bisa mengakselerasi penyapaan untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat, terutama anak muda.
"Tahap awalnya siapa sich GW, dan media TV dan sosial media itu sangat bisa mengakselerasi penyapaan," tandasnya.
Usaha yang dilakukan Gita dinilai punya dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan publik tentang dirinya. Menurut hasil penelitian Katapedia, Gita menjadi peserta konvensi Capres Partai Demokrat paling agresif dalam melakukan sosialisasi di media sosial.
"Gita mendapatkan angka tertinggi: 40,76 persen. Diikuti oleh Dahlan Iskan 25,26 persen dan Marzuki Alie 15,77 persen," kata Direktur Katapedia Deddy Rahman dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta, Senin 2 Desember 2013, seperti dikutip dari vivanews.com.
Ketertarikan pengguna sosial media kepada Gita, menurut Deddy dikarenakan Gita dikenal lebih akrab dengan kelompok pemuda dengan beberapa kali tampil bersama grup band papan atas Tanah Air, Slank, beberapa waktu lalu. "Manuver" tersebut membuat popularitas tokoh lulusan Harvard University di dunia maya terus melonjak.
"Kolaborasi antara Gita dengan Slank pada acara Jakbluesfest pada 16 November 2013, membuat popularitas para peserta konvensi Demokrat mengalami banyak perubahan di sosial media," ujarnya.